Apa Itu Trendline (Garis Tren)?
Mr. JTrend (Tren) adalah pergerakan harga ke arah tertentu.
Ada dua tren di pasar: Uptrend (Tren naik), Downtrend (Tren turun).
Garis yang ditarik pada grafik untuk menentukan tren mana yang disebut Trendline (Garis tren).
Garis Support dan Garis Resistance
Ada dua jenis Trendline: Garis Support yang menghubungkan harga terrendah (Bottom) dan Garis Resistance yang menghubungkan harga tertinggi (Top).
Garis Support pada Uptrend (Tren naik)



Pertama-tama, saya akan menjelaskan garis Support.
Garis Support adalah garis yang menghubungkan titik lembah dan lembah, terutama selama Uptrend (Tren naik).
Ketika harga turun, itu adalah standar yang diprediksi tidak akan turun lebih jauh.
Selama harga tidak jatuh di bawah garis Support, kecil kemungkinan harga akan jatuh lebih jauh.
Namun, jika harga tembus ke bawah garis Support, tren pasar dapat berubah dan harga bisa turun lebih jauh.






Garis Resistance pada Downtrend (Tren turun)



Berikutnya, tentang garis Resistence.
Garis Resistance adalah garis yang menghubungkan titik puncak dan puncak, terutama selama Downtrend (Tren turun).
Ketika harga naik, itu adalah standar yang diprediksi tidak akan naik lebih jauh.
Selama harga tidak melebihi garis Resistance, kecil kemungkinan harga akan naik lebih jauh.
Namun, jika harga tembus ke atas garis Resitance, tren pasar dapat berubah dan harga bisa naik lebih jauh.








Cara membuat keuntungan menggunakan Trendline (Garis tren)
Uptrend (Tren naik)
Buy pada garis Support



Uptrend (Tren naik) menunjukkan bahwa harga terus naik karena didukung berulang oleh garis Support, jadi ketika harga mencapai garis Support atau setelah memastikan bahwa harga telah menyentuh garis Support dan mulai naik, buka posisi Buy dan mengharapkannya harga naik setelahnya.


Metode menutup posisi Buy



Berikut adalah dua cara untuk menutup posisi Buy.
1. Naikkan harga Stop Loss seiring dengan kenaikan harga


2. Tutup posisi Buy dan buka posisi Buy lagi


Sell jika harga tembus ke bawah garis Support



Jika harga jatuh di bawah garis Support, dapat dinilai bahwa Uptrend telah berakhir, dan ada kemungkinan akan berubah menjadi Downtrend, jadi buka posisi Sell dan mengharapkan penurunan berikutnya.





Saat harga tembus ke bawah garis Support, maka berubah menjadi garis Resistance, dan harga seringkali menyentuh garis Resistance kemudian turun.
Jadi buka posisi Sell ketika harga mencapai garis Resistance atau setelah memastikan bahwa harga telah menyentuh garis Resistance dan mulai turun,





Ketika tren berubah dari Uptrend ke Downtrend, seringkali mungkin untuk menggambar Trendline (Resistance) baru seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.




Downtrend (Tren turun)
Sell pada garis Resistance



Downtrend (Tren Turun) menunjukkan bahwa harga terus turun karena ditahan berulang oleh garis Resistance, jadi ketika harga mencapai garis Resistence atau setelah memastikan bahwa harga telah menyentuh garis Resistance dan mulai turun, buka posisi Sell dan mengharapkan harga turun setelahnya.


Metode menutup posisi Sell



Berikut adalah dua cara untuk menutup posisi Sell.
1. Turunkan harga Stop Loss seiring dengan penurunan harga
Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, saat harga turun, kita akan menurunkan harga Stop Loss dan terus menahan posisi Sell hingga harga tembus ke atas garis Resistance.


2. Tutup posisi dan buka posisi lagi
Memprediksi dasar lembah dan menutup posisi Sell untuk mengamankan keuntungan.
Ketika harga naik dan menyentuh garis Resistance, kita akan membuka posisi Sell lagi.


Sell jika harga tembus ke atas garis Resistance



Jika harga melebihi garis Resistance, dapat dinilai bahwa Downtrend telah berakhir, dan ada kemungkinan akan berubah menjadi Uptrend, jadi buka posisi Buy dan mengharapkan kenaikan berikutnya.





Saat harga tembus ke atas garis Resistance, maka berubah menjadi garis Support, dan harga seringkali menyentuh garis Support kemudian naik.
Jadi buka posisi Buy ketika harga mencapai garis Support atau setelah memastikan bahwa harga telah menyentuh garis Support dan mulai naik,





Ketika tren berubah dari Downtrend ke Uptrend, seringkali mungkin untuk menggambar Trendline (Support) baru seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.




Kombinasi Trendline dan Horizontal line
Menggabungkan garis tren dan garis horizontal akan membantu Anda menemukan titik Entry (membuka posisi baru) yang lebih mungkin untuk menghasilkan keuntungan.





Semakin besar time frame yang digunakan, maka tingkat validitas dari Trendline tersebut akan tinggi.
Oleh karena itu, lebih mudah untuk memahami pergerakan harga dengan terlebih dahulu mengidentifikasi tren pada time frame yang besar dan kemudian melihat pada time frame yang kecil.



Saya jadi senang menggambar garis.


