Apa itu Moving Average (Rata-rata Bergerak)?
Moving Average atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Rata-rata Bergerak adalah grafik yang mewakili harga penutupan (Close) rata-rata selama periode waktu tertentu.
Dengan menampilkan garis Moving Average pada grafik, dimungkinkan untuk menilai tren seperti naik, turun, dan untuk membuat keputusan perdagangan pada saat persimpangan beberapa garis Moving Average.
Ada empat jenis Moving Average: SMA, EMA, SMMA, dan WMA.
Dua yang paling umum digunakan adalah Simple Moving Average (SMA atau MA) dan Exponential Moving Average (EMA).
Mr. JMoving Average telah lama digunakan sebagai konsep dasar dalam analisis statistik, namun pada tahun 1962, J.E.Granville dari Amerika Serikat mempopulerkan penggunaannya dalam analisis pasar. Moving Average adalah indikator paling dasar dari analisis teknis dan digunakan oleh banyak investor.
Cara menampilkan Moving Average di MT5



Klik [Insert]→[Indicators]→[Trend]→[Moving Average] dari Menu Bar.





Layar pengaturan Moving Average akan ditampilkan, jadi ubah [Periode], [Method] dan [Style] sesuai keinginan Anda dan klik [OK].





Moving Average ditampilkan seperti yang ditunjukkan di bawah ini.




Ada dua jenis Moving Average yang umum digunakan.
Dua yang paling umum digunakan adalah:
Simple Moving Average (SMA)
Exponential Moving Average (EMA)
Simple Moving Average (SMA) adalah rata-rata harga penutupan selama periode waktu tertentu. Karena harga masa lalu dirata-ratakan secara merata, sulit untuk bereaksi terhadap pergerakan pasar yang tiba-tiba. Secara khusus, rata-rata pergerakan jangka panjang sering digunakan untuk rata-rata, sehingga dampak pergerakan harga baru-baru ini terbatas. Oleh karena itu, ini merupakan indikator yang efektif untuk memahami tren besar.
Exponential Moving Average (EMA) memberi bobot lebih pada harga terkini dan menentukan harga penutupan rata-rata. Keuntungannya adalah Anda dapat bereaksi dengan cepat terhadap perubahan harga pasar dan mengonfirmasi perubahan tren lebih awal. Dapat dikatakan bahwa ini adalah indikator teknikal yang seimbang yang dapat menutupi kelemahan dari Simple Moving Average (SMA).


Metode trading menggunakan Moving Average
Trend
i) Ketika Moving Average mengarah ke atas, itu pada dasarnya adalah tren naik. Jika turun, itu dianggap tren turun.
ii) Anda juga dapat menganalisis harga pasar berdasarkan posisi dan sudut Moving Average. Jika harga terus berada di atas Moving Average seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, ini adalah tren naik. Jika harga terus berada di bawah Moving Average, itu bisa dinilai sebagai tren turun.


Support dan Resistance
Moving average itu sendiri juga bisa berfungsi sebagai garis Resistance atau Support, yang memungkinkan kita membuat keputusan beli atau jual pada titik di mana harga menyentuh Moving Average.






Golden Cross and Death Cross
Dua atau tiga Moving Average sering digunakan dalam kombinasi, dan sinyal perdagangan yang paling terkenal adalah “Golden Cross” dan “Death Cross”.
Golden Cross
Moving Average jangka pendek menembus Moving Average jangka panjang dari bawah ke atas. Ini dianggap sebagai sinyal beli (Buy) karena tren harga baru-baru ini terlihat naik.
Death Cross
Kebalikan dari Golden Cross adalah ketika Moving Average jangka pendek menembus Moving Average jangka panjang dari atas ke bawah. Ini dianggap sebagai sinyal jual (Sell) karena tren harga baru-baru ini tampaknya telah berbalik ke bawah.


Hari-hari populer untuk Moving Average
Harian: 5 hari, 25 hari, 75 hari, 100 hari, 200 hari
Mingguan: 9 minggu, 13 minggu, 26 minggu, 52 minggu
Bulanan: 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan, 60 bulan
Granville’s 8 Rules pada Moving Average


Empat sinyal Beli (Buy)
1. Breakout Buy – Saat harga menembus garis Moving Average dari bawah ke atas ketika Moving Average bergerak telah bertren ke bawah atau datar selama waktu yang lama dan kemudian berbalik ke atas.
2. Fake Breakout Buy – Harga turun di bawah MA, namun, jika MA masih naik dan harga menembus MA dari bawah ke atas lagi.
3. Call-back Buy – Ketika MA naik dan harga berada di atas MA, harga jatuh tetapi naik lagi tanpa menembus ke bawah MA.
4. Off-buy – Ketika harga terus jatuh dan mulai menyimpang di bawah MA.
Empat sinyal Jual (Sell)
5. Breakout Sell – Saat harga menembus garis Moving Average dari atas ke bawah ketika Moving Average bergerak telah bertren ke atas atau datar selama waktu yang lama dan kemudian berbalik ke bawah.
6. Fake Breakout Sell – Harga naik di atas MA, namun, jika MA masih turun dan harga menembus MA dari atas ke bawah lagi.
7. Bounce Sell – Ketika MA turun dan harga berada di bawah MA, harga naik tetapi turun lagi tanpa menembus ke atas MA.
8. Off-sell – Ketika harga terus naik dan mulai menyimpang di atas MA.


