Equidistant Channel (Garis Paralel)

Equidistant Channel
  • URLをコピーしました!
DAFTAR ISI

Apa itu Equidistant Channel?

Mr. J

“Equidistant Channel” adalah dua garis paralel yang terbentuk dari Support dan Resistance.
Istilah “Equidistant” dapat diterjemahkan sebagai “Jarak yang sama”.
Ini mengacu pada garis paralel yang jaraknya sama satu sama lain.

Ascending Channel adalah Garis Pararel dalam uptrend (tren naik).
Descending Channel adalah Garis Paralel dalam downtrend (tren turun).
Horizontal Channel adalah Garis Paralel horizontal.

ascending-channel
descending-channel
horizontal-channel

Cara membuat Equidistant Channel pada grafik MT5

Jika Anda ingin menggambar Equidistant Channel pada grafik MT5, Klik ikon Equidistant Channel dari Toolbars.
Seret tanda persegi di kedua ujung garis atas untuk mengubah panjang dan kemiringan garis.
Anda dapat memindahkan kedua garis dengan menyeret tanda persegi di tengah garis atas.
Seret tepi kiri garis bawah untuk mengubah lebar kedua garis.

gambar-equidistant-cahnnel-mt5

Cara menghasilkan keuntungan menggunakan “Equidistant Channel”

Saya akan menjelaskan dua cara ketika harga berfluktuasi(bergerak) dalam kisaran Equiditant Channel dan ketika harga menembus ke luar Equidistant Channel.

Saat harga berfluktuasi(bergerak) dalam kisaran Equiditant Channel

Ascending Channel

Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, pada saat Uptrend, buka posisi Buy saat harga turun ke garis Support dan menutup posisi Buy saat harga naik ke garis Resistance.

ascending-channel2

Descending Channel

Pada saat Downtrend, buka posisi Sell saat harga naik ke garis Resistance dan menutup posisi Sell saat harga turun ke garis Support.

descending-channel2

Horizontal Channel

Pada Horizontal Channel, buka posisi Buy di garis Support dan menutup posisi Buy di garis Resistance, dan buka posisi Sell di garis Resistance dan menutup posisi Sell di garis Support.

horizontal-channel2

Saat harga menembus ke luar Equidistant Channel

Ascending Channel

Jika harga jatuh di bawah garis Support, dapat dinilai bahwa Uptrend telah berakhir, dan ada kemungkinan akan berubah menjadi Downtrend, jadi buka posisi Sell dan mengharapkan penurunan berikutnya.

ascending-channel3

Saat harga tembus ke bawah garis Support, maka berubah menjadi garis Resistance, dan harga seringkali menyentuh garis Resistance kemudian turun.
Jadi buka posisi Sell ketika harga mencapai garis Resistance atau setelah memastikan bahwa harga telah menyentuh garis Resistance dan mulai turun,

ascending-channel4

Jika harga tembus ke atas garis Resistance, kadang momentum kenaikan meningkat, tetapi pada dasarnya lebih baik tidak membuka posisi Buy karena kadang harga akan turun ke garis Support lagi.

ascending-channel5

Descending Channel

Jika harga naik di atas garis Resistance, dapat dinilai bahwa Downtrend telah berakhir, dan ada kemungkinan akan berubah menjadi Uptrend, jadi buka posisi Buy dan mengharapkan kenaikan berikutnya.

descending-channel3

Saat harga tembus ke atas garis Resistance, maka berubah menjadi garis Support, dan harga seringkali menyentuh garis Support kemudian naik.
Jadi buka posisi Buy ketika harga mencapai garis Support atau setelah memastikan bahwa harga telah menyentuh garis Support dan mulai naik,

descending-channel4

Jika harga tembus ke bawah garis Support, kadang momentum penurunan meningkat, tetapi pada dasarnya lebih baik tidak membuka posisi Sell karena kadang harga akan naik ke garis Resistance lagi.

descending-channel5

Horizontal Channel

Saat harga tembus ke luar Horizontal Channel, buka posisi Buy jika harga naik ke atas garis Resistance dan buka posisi Sell jika harga turun ke bawah garis Support.

horizontal-channel3
horizontal-channel5
horizontal-channel4
horizontal-channel6

Lihat artikel Support dan Resistance untuk lebih jelasnya.

Contoh pergerakan harga aktual

Mari kita lihat pergerakan harga pada EURUSD H4(4jam).
Karena Ascending Channel, saya membuka posisi Buy ketika harga menyentuh garis Support dan menempatkan Take Profit di sekitar garis Resistance.

equidistant-channel1

Seperti yang diharapkan, harganya naik, jadi saya mendapat untung.

equidistant-channel2

Mari kita hitung untung.
Pasangan mata uang : EURUSD (Euro vs US dollar)
Harga beli : 1.1804
Take Profit : 1.1870
Volume : 0.1 Lot (10,000EUR)
Jumlah keuntungan menjadi
[1.1870(Take Profit) – 1.1804(Harga Beli)]×10,000EUR(Volume) = +66USD

Sekali lagi, harga telah turun ke garis Support jadi saya membuka posisi Buy lagi.

equidistant-channel3

Sayangnya, kali ini harga jatuh di bawah garis Support dan mencapai Stop Loss.
Saya membuka posisi Sell karena harga menembus ke bawah garis Support pada Equidistant Channel.

equidistant-channel4

Mari kita hitung rugi.
Pasangan mata uang : EURUSD (Euro vs US dollar)
Harga beli : 1.1860
Stop Loss : 1.1840
Volume : 0.1 Lot (10,000EUR)
Jumlah kerugian menjadi
[1.1840(Stop Loss) – 1.1860(Harga Beli)]×10,000EUR(Volume) = -20USD

Setelah membuka posisi Sell, harga terus turun, membentuk Descending Channel.
Saat ini keuntungannya sangat besar.

equidistant-channel5

Mari kita hitung untung.
Pasangan mata uang : EURUSD (Euro vs US dollar)
Harga buka posisi Sell : 1.1840
Harga market sekarang : 1.1550
Volume : 0.1 Lot (10,000EUR)
Jumlah keuntungan menjadi
[1.1840(Harga buka posisi Sell) – 1.1550(Harga saat ini)]×10,000EUR(Volume) = +290USD

Saya akan terus menahan posisi Sell sampai harga tembus ke atas garis Resistance pada Descending Channel dan memastikan tren turun berakhir.

Strategi Trading Forex juga dapat digunakan untuk Cryptocurrency.

Broker Cryptocurrency Indonesia

Indodax

Tokocrypto

SHARE
  • URLをコピーしました!
DAFTAR ISI